VIDEO PRAMUKA

Loading...

Jumat, 06 Mei 2011

SISTEM ADMINISTRASI KEUANGAN


MODUL 2 :

Kegiatan Belajar 1 Pengertian Sistem Administrasi Keuangan

Kata ”sistem” berasal dari kata yunani, systemma-systematos. Asal katanya adalah ”synistanai” yang secara harfiah berarti ” menempatkan bersama-sama”. Pengertian sederhana tentang sistem yang bersifat umum, yaitu suatu keseluruhan yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berkaitan dalam rangka mencapai tujuan tertentu.
Ciri pokok suatu sistem :
1.    Sistem merupakan suatu keseluruhan.
2.    Suatu sistem mempunyai bagian-bagian.
3.    Bagian-bagian dalam suatu sistem saling berkaitan.
4.    Suatu sistem berkerja untuk mencapai tujuan tertentu.

Dalam arti luas sistem merupakan kombinasi seperangkat bagian, unsur atau elemen saling terkait erat, saling berinteraksi dan saling ketergantungan ( interdepensi ) satu sama lain sehingga keseluruhannya menjadi satu kesatuan yang bulat, utuh, terpadu serta merupakan suatu totalitas atau satu entity yang mempunyai tujuan dan fungsi tertentu.
David B.Guralnik mendefinisikan sistem sebagai ” a set of arrangement of things so related as to form an organic whole ; as a solar system, supply system ”.
Richard A. Johnson mengatakan sistem merupakan ” an organized of complex whole ; an assemblage of things or part forming a complex or unitary whole. It is a set of interralated elements ”.
David I Cleland dan william R king mengatakan bahwa sistem lebih dapat dilihat sebagai ” a regulary interacting or interdependent group of items forming a unifed whole.
Herbert G Hicks lebih menekankan tiga aspek utama dalam suatu sistem :
1.    Adanya interaksi ( keterkaitan satu sama lain ).
2.    Interdependensi ( saling ketergantungan ).
3.    Interakting ( keterhubungan satu sama lain antar bagian-bagian dalam sistem ).
Wagiono Ismangil mengatakan bahwa ” suatu sistem adalah suatu kesatuan usaha yang terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan satu sama lain yang berusaha mencapai suatu tujuan dalam suatu lingkungan yang kompleks.
Secara teknis bagian-bagian suatu sistem sering juga dinamakan komponen sistem, elemen sistem atau juga sering disebut subsistem.
Johnson, kast, dan Rosenzweig menyebut adanya hierarki suprasistem, yaitu systems, systems of systems dan systens of systems of systems.
Hubungan ( interaksi ) tersebut dapat dibedakan berdasarkan aspek tertentu yaitu :
1.    Jangkauan
a.    Intern yaitu interaksi antar komponen atau subsistem dalam satu sistem.
b.    Ekstern yaitu interaksi antar satu sistem dengan sistem lain, dalam tingkat input dan output.
2.    Sebab akibat
a.    Deterministik
b.    Non-deterministik
3.    Sifat pengaruhnya
  1. Fungsional
  2. Disfungsional

Batas sistem ( boundary ) adalah batas yang memisahkan, mana bagian yang termasuk kedalam suatu sistem dan mana yang tidak akan dimasukan kedalam sistem dan elemen-elemen.

Kalsifikasi sistem ( Drs. Bulizuar buyung 1986 )
1.    Sistem kongkrit ( concrete system ) dan abstrak ( abstract system )
2.    Sistem alamiah ( natural System ) dan sistem buatan ( man made system )
3.    Sistem hidup ( living system ) dan sistem mati ( non living system )
4.    Sistem terbuka ( open system ) dan sistem tertutup ( close system )
5.    Sistem kompeks ( compleks system ) dan sistem sederhana ( simple system )

Lingkungan sistem adalah tempat suatu sistem berada atau berkerja. Secara teknis lingkungan sistem dapat dilihat sebagai bagian-bagian yang berada diluar batas-batas suatu sistem. Lingkungan sistem dapat mempengaruhi proses terjadi didalam sistem.

Sifat-sifat sistem :
1.    Terdiri dari berbagai unsur atau komponen.
2.    Komponen-komponen tersebut berhubungan satu sama lain.
3.    Komponen-komponen tersebut secara keseluruhan terpadu menjadi kesatuan yang bulat.
4.    Keseluruhan komponen sebagai suatu totalitas itu mempunyai tujuan fungsi atau output tertentu.
5.    Wagiono Ismail ; sifat-sifat dari suatu sistem terdiri dari :
  1. Pencapaian tujuan.
Suatu sistem bersifat dinamis dan bergerak ke arah pencapaian tujuan berupa penciptaan nilai serta menghasilkan output yang bernilai lebih tinggi.
  1. Kesatuan usaha.
Disebut juga dengan istilah wholism dalam konsep sistem. Mencerminkan suatu sifat dasar dari sistem yakni hasil keseluruhan melebihi dari jumlah bagian-bagiannya. Konsep semacam ini dikenal dengan synergy ( kekuatan yang mengikat sistem ).
  1. Keterbukaan terhadap lingkungan.
Makin terbuka sistem, makin terpengaruh perilakunya oleh lingkungan sekitar. Sebaliknya makin tertutup suatu sistem makin independen dari lingkungan.
  1. Transformasi
Merupakan proses perurubahan input menjadi output yang dilakukan oleh sistem.
  1. Hubungan antar bagian.
Aspek ini penting sekali dalam setiap proses sistem karena ciri pokok sistem adalah bagian-bagian yang spesialis dan berkaitan satu dengan yang lain.
  1. Mekanisme pengendalian.
Merupakan alat pengarah dan penilai sampai sejauh mana suatu sistem bergerak secara terarah dalam rangka mencapai tujuannya.

Tingkat kompleksitas sistem adalah seberapa rumit struktur dan proses suatu sistem.
Bouding mengklasifikasikan sistem dalam 9 tingkat :
1.    Sistem statis
2.    Sistem dinamis sederhana ( simple dynamic system )
3.    Sistem sibernetik ( cybernetic system )
4.    Sistem terbuka ( open system )
5.    Genetic-societal system
6.    Animal system
7.    Human system
8.    Socio-organization system
9.    Transcendental system




Kegiatan Belajar 2 Administrasi Keuangan Sebagai Subsistem Kebijakan Negara

Lasswell dan kaplan mengartikan kebijakan sebagai ” suatu program pencapaian tujuan, nilai-nilai dan tindakan-tindakan yang terarah ”.
Friedrich mendefinisikan kebijakan sebagai ” serangkaian tindakan yang diusulkan seseorang, kelompok orang atau pemerintah dalam suatu lingkungan tertentu dengan menunjukan kesulitan-kesulitan dan kemungkinan-kemungkinan usulan kebijakan tersebut dalam rangka mencapai tujuan tertentu ”.
Anderson juga merumuskan kebijakan sebagai ” serangkaian tindakan yang mempunyai tujuan tertentu yang diikuti dan dilaksanakan oleh seseorang pelaku atau kelompok pelaku guna memecahkan suatu masalah tertentu ”.
Mac rae dan wilde lebih menekankan pengaruh kebijakan tersebut terhadap sejumlah besar orang. Kebijakan mempunyai kekuatan yang besar untuk mempengaruhi banyak orang dan apabila hanya sedikit orang yang kena pengaruh tersebut maka sulit disebut sebagai kebijakan.
Easton menitik beratkan pengertian kebijakan publik pada alokasi nilai yang otoritatif ( sah ) untuk seluruh masyarakat. Fokus disini adalah bahwa semua kebijakan yang dipilih pemerintah untuk dilaksanakan atau tidak, merupakan hasil dari alokasi nilai otoritatif tersebut.

Ada beberapa hal yang menunjukan keabsahan peran pemerintah yang besar dalam proses perumusan kebijakan negara :
1.    Pemerintah mempunyai hak yang sah untuk menentukan arah pembangunan nasional sesuai dengan keinginan / aspirasi masyarakat.
2.    Pemerintah mempunyai sikap cukup infrastruktur yang memungkinkan dirinya mampu mengumpulkan masukan-masukan guna perumusan kebijakan pembangunan nasional.
3.    Pemerintah mempunyai kewenangan yang sah untuk menghimpun dana da daya untuk melaksanakan pembangunan.
4.    Pemerintah mempunyai cukup kemampuan dan tanggung jawab untuk menerjemahkan kebutuhan, keinginan dan tuntutan masyarakat ke dalam rencana-renca dan program-program pembangunan.

Untuk memperjelas posisi keuangan negara sebagai suatu subsistem kebijakan publik dapat dilihat dari beberapa kebijakan pemerintah dalam bidang ekonomi salah satu elemen kebijakan tersebut adalah kebijakan moneter dan fiskal.
Dalam konteks keuangan negara sebagai kebijakan negara terdapat suatu model yang efektif untuk melihat sistem keuangan negara yakni model sistem yang dikembangkan oleh seorang ilmuan politik amerika yakni David easton 1965, kebijakan yang dihasilkan pemerintah dipandang sebagai output dari sistem sedangkan yang menjadi input selain sumber-sumber juga tuntutan-tuntutan dan dukungan-dukungan termasuk diantaranya lingkungan.
Dengan formulasi lain, sistem politik terdiri dari :
1.    Subsistem masukan ( input ), terdiri dari tuntutan-tuntutan, dukungan-dukungan dan sumber-sumber.
2.    Subsistem proses ( with input ), proses mengubah masukan menjadi keluaran atau disebut juga proses konversi atau kotak hitam.
3.    Subsistem keluaran (output ), hasil atau produk dari proses konversi yang berupa keputusan atau kebijakan.
4.    Subsistem lingkungaan ( environment ), yait faktor-faktor dari luar yang mempengaruhi sistem politik seperti sosial ekonomi, kebudayaan, keamanan, geografis dan seterusnya,
5.    Subsistem umpan balik ( feed back ) yaitu dampak dari pelaksanaan keputusan atau kebijakan baik yang positif maupun yang negatif dimanfaatkan oleh sistem politik.

Menurut Drs. Ibnu syamsi, kebijakan keuangan negara yang perlu dianalisis dengan menggunakan model haruslah mendasarkan diri pada kebijakan yang rasional. Maksudnya kebijakan yang bertujuan mengoptimalkan hasil nilai bersih ( net value achievement ).
Net value achievement adalah semua nilai yang releven dari masyarakat yang ingin diketahui dan pengorbanan beberapa nilai yang dibutuhkan bagi suatu kebijakan untuk mendapatkan nilai lainnya. Kebijakan rasional adalah kebijakan yang mendasarkan diri pada prinsip efesiensi terhadap nilai-nilai sosial, politik, dan ekonomi yang tidak selalu dapat dinilai dengan uang.
Sebagai model analisis, model sistem mempunyai tingkat kegunaan tertentu. Terutama dalam memberikan petunjuk mengenai :
1.    Dimensi-dimensi lingkungan yang menimbulkan tuntutan-tuntutan terhadap sistem keuangan negara.
2.    Ciri-ciri sistem politik yang memungkinkan untuk mengubah tuntutan-tuntutan menjadi kebijakan keuangan negara.
3.    Cara input yang berasal dari lingkungan mempengaruhi sistem keuangan negara.
4.    Ciri-ciri sistem politik yang mempengaruhi isi kebijakan keuangan negara.
5.    Proses keterpengaruhan antara input dengan kebijakan keuangan negara itu sendiri.
Cara maupun strategi kebijakan keuangan negara melalui mekanisme umpan balik yang mempengaruhi lingkungan dan sistem politik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar